Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Maret 2017

Bilangan Prima (SCILAB)

Dalam matematika, bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari angka 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. 2 dan 3 adalah bilangan prima. 4 bukan bilangan prima karena 4 bisa dibagi 2. Sepuluh bilangan prima yang pertama adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23 dan 29. (https://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_prima)

Kali ini Saya share code untuk memperoleh 100 bilangan prima pertama dengan menggunakan Scilab. Ada beberapa code yang Saya tampilkan di sini, untuk membandingkan seberapa cepat dan efektif code tersebut untuk memperoleh 100 bilangan prima pertama.

code pertama:
1. Asumsi awal semua bilangan dianggap sebagai bilangan prima.

2. Kemudian bilangan tersebut dicek dengan cara dibagi dengan semua bilangan bulat sebelumnya (yang lebih kecil). Jika sisa pembagian (modulo) ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut bukan bilangan prima. Atau Jika sisa pembagian (modulo) tidak ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut adalah bilangan prima.

3. Step 1 dan 2 dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh 100 bilangan prima.


clear
clc

tic()

i=1;
x=2;
prima(i)=x
while (i<100)
    i=i+1;
    x=x+1;
    prima(i)=x
    for j=2:(x-1)
        sisa=modulo(x,j);
        if(sisa==0) then
            i=i-1;
            break;
        end
    end
end
disp(prima)

disp(toc())



code kedua:
1. Asumsi awal semua bilangan dianggap sebagai bilangan prima.

2. Kemudian bilangan tersebut dicek dengan cara dibagi dengan semua bilangan prima sebelumnya (yang lebih kecil). Jika sisa pembagian (modulo) ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut bukan bilangan prima. Atau Jika sisa pembagian (modulo) tidak ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut adalah bilangan prima.

3. Step 1 dan 2 dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh 100 bilangan prima.


clear
clc

tic()

i=1;
x=2;
prima(i)=x
while (i<100)
    i=i+1;
    x=x+1;
    prima(i)=x
    for j=1:(i-1)
        sisa=modulo(x,prima(j));
        if(sisa==0) then
            i=i-1;
            break;
        end
    end
end
disp(prima)

disp(toc())
 



code ketiga:
1. Asumsi awal semua bilangan dianggap sebagai bilangan prima.

2. Kemudian bilangan tersebut dicek dengan cara dibagi dengan semua bilangan prima sebelumnya yang nilainya maksimal setengah dari bilangan yang dicek. Jika sisa pembagian (modulo) ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut bukan bilangan prima. Atau Jika sisa pembagian (modulo) tidak ada yang sama dengan nol maka bilangan tersebut adalah bilangan prima.

3. Step 1 dan 2 dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh 100 bilangan prima.


clear
clc

tic()

i=1;
k=i;
x=2;
prima(i)=x
while (i<100)
    i=i+1;
    x=x+1;
   
    if (ceil(x/2)>prima(k)) then        //ceil==>pembulatan ke atas
        k=k+1;
    end
   
    prima(i)=x
    for j=1:k
        sisa=modulo(x,prima(j));
        if(sisa==0) then
            i=i-1;
            break;
        end
    end
end
disp(prima)

disp(toc())
 

Hasil:
Berikut screenshot hasil 100 bilangan prima pertama yang diperoleh. (setelah di arrange dalam bentuk matriks 10x10, kalo dalam MATLAB bisa menggunakan fungsi reshape)

Hasil Running 100 bilangan prima pertama (setelah di arrange dalam matriks 10x10)
Perbandingan konsumsi waktu untuk ketiga code tersebut: (aproximately)
code pertama: 5.878969 s
code kedua  : 1.398557 s
code ketiga : 0.939001 s

Yang terakhir dibuat dalam bentuk function untuk bisa memperoleh bilangan prima ke n. 


dalam bentuk function:

function [y]= bil_prima(ke)

i=1;
k=i;
x=2;
prima(i)=x
while (i<ke)
    i=i+1;
    x=x+1;
   
    if (ceil(x/2)>prima(k)) then        //ceil==>pembulatan ke atas
        k=k+1;
    end
   
    prima(i)=x
    for j=1:k
        sisa=modulo(x,prima(j));
        if(sisa==0) then
            i=i-1;
            break;
        end
    end
end
y=prima(ke);

endfunction



cara pemanggilan function:

//cara memanggil function

clear
clc

exec('/home/muhammadpuji/Desktop/Scilab/Belajar/05_function_bil_prima.sce', -1)         //mengaktifkan function bil_prima(ke)

tic()
ke=100;
y=bil_prima(ke);
disp(strcat(["Bilangan prima ke ",string(ke)," = ",string(y)],"","c"));

disp(strcat([string(toc()), " s"]));





Developed by:
Muhammad Nurul Puji
Project-G











Kamis, 02 Maret 2017

SCILAB: Aplikasi modifikasi isi file (sederhana)

Scilab is free and open source software for numerical computation providing a powerful computing environment for engineering and scientific applications. Scilab is released as open source under the CeCILL license (GPL compatible), and is available for download free of charge. Scilab is available under GNU/Linux, Mac OS X and Windows XP/Vista/7/8 (see system requirements).

Pada postingan kali ini, Sy share mengenai cara memodifikasi isi file tertentu (misal txt). Kasus awalnya adalah terkadang kita memiliki file dengan isi yang bercampur antara header (judul file) dengan isi file (bagian utama) dari file itu sendiri. Sedangkan untuk proses (misal pengolahan data) yang diperlukan hanya bagian utama dari isi file tersebut saja, sehingga bagian header malah akan mengganggu proses pengolahan data tersebut.

Contoh isi file yang bercampur antara bagian isi dengan header

Oleh karena itu perlu dilakukan penghilangan bagian header dari file itu sendiri. Secara sederhana hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui bahwa bagian header selalu di awali dengan non number (bisa huruf atau spasi - bukan number).

Inti dari kode yang Sy buat disini adalah dilakukan pembacaan file yang akan di edit, pembacaan dilakukan baris by baris. Yang mana pada masing masing baris akan dilakukan pengecekan apakah pada bagian pertamanya berupa number atau non number. Dan jika pada bagian pertamanya berupa non number maka baris tersebut akan dicopy ke file baru (file baru untuk menyimpan hasil editan). Hal ini dilakukan sampai akhir baris dari file tersebut.

Berikut adalah source code menggunakan Scilab + GUI.

Desain GUI menggunakan guibuilder (Atoms tambahan di Scilab)

Source code 1

Source code 2

Berikut adalah tampilan saat running:

Tampilan awal

Select file

Loading file

Processing file

Finish
Program ini akan sangat membantu untuk mengedit file dengan jumlah baris yang sangat banyak. Kalo sedikit kan tinggal didelete biasa.hehehe

Berikut adalah hasil output file setelah diedit menggunakan program di atas:





Developed by: 
Muhammad Nurul Puji
Project-G

Sabtu, 14 November 2015

Sherlock and The Beast (Algorithms)

Sherlock and The Beast

Problem Statement
Sherlock Holmes is getting paranoid about Professor Moriarty, his arch-enemy. All his efforts to subdue Moriarty have been in vain. These days Sherlock is working on a problem with Dr. Watson. Watson mentioned that the CIA has been facing weird problems with their supercomputer, 'The Beast', recently.

This afternoon, Sherlock received a note from Moriarty, saying that he has infected 'The Beast' with a virus. Moreover, the note had the number N printed on it. After doing some calculations, Sherlock figured out that the key to remove the virus is the largest Decent Number having N digits.

A Decent Number has the following properties:
  1. 3, 5, or both as its digits. No other digit is allowed.
  2. Number of times 3 appears is divisible by 5.
  3. Number of times 5 appears is divisible by 3.
Meanwhile, the counter to the destruction of 'The Beast' is running very fast. Can you save 'The Beast', and find the key before Sherlock?
Input Format
The 1st line will contain an integer T, the number of test cases. This is followed by T lines, each containing an integer N. i.e. the number of digits in the number.
Output Format
Largest Decent Number having N digits. If no such number exists, tell Sherlock that he is wrong and print 1.
Constraints
1T20
1N100000

Sample Input
4
1
3
5
11
Sample Output
-1
555
33333
55555533333
Explanation
For N=1, there is no such number.
For N=3, 555 is the only possible number.
For N=5, 33333 is the only possible number.
For N=11, 55555533333 and all permutations of these digits are valid numbers; among them, the given number is the largest one.

Solusi
Setelah beberapa kali coba dan gagal akhirnya berikut ini adalah kode yang diterima (accepted).

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
    int T;
    long int N, buff_N, jumlah_3, jumlah_5;
    bool isTrue;
   
    cin >> T;
    while(T--){
        cin >> N;
        buff_N=N;
        jumlah_3=0;
        jumlah_5=0;
        isTrue=true;
        while(buff_N>0){
            if(buff_N%3==0){
                jumlah_3=buff_N/3;
                buff_N=0;
            }
            else{
                buff_N-=5;
                jumlah_5++;
            }
        }
        if(buff_N<0) isTrue=false;
       
        if(isTrue){
            while(jumlah_3--) cout << "555";
            while(jumlah_5--) cout << "33333";
            cout << endl;
        }else cout << "-1" << endl;
       
    }
    return 0;
}


Penjelasan source code:
Intinya nilai N akan dikurangi dengan angka 5 secara terus menerus apabila N bukan kelipatan dari 3 dan nilai N lebih besar dari 0. Jika ternyata hasil akhirnya tidak 0 (kurang dari 0) berarti salah (isTrue=false).




source: https://www.hackerrank.com/challenges/sherlock-and-the-beast

Kamis, 26 Februari 2015

Arduino Komunikasi serial dan pemisahan terhadap separator perintah

Berikut adalah penggunaan Arduino dengan komunikasi serial. Yang mana perintah dikirim dari pc melalui komunikasi serial. Perintah yang dikirim oleh pc memiliki format "data_1""separator""data_2". Disini separator yang digunakan adalah tanda "+". Misalnya pc mengirimkan perintah "12+3" maka Arduino harus memisahkan perintah tersebut menjadi data_1 dan data_2. Pada percobaan kali ini data_1 dan data_2 kemudian dijumlahkan.

Berikut adalah sourcecode yang digunakan: 


/*
Author: Muhammad Nurul Puji
muhammadpuji.its@gmail.com
16 Feb 2015
*/

char buff_char;
String buff_string = "";
float data_1, data_2, total;
String buff_data_1, buff_data_2;

void setup()
{
  Serial.begin(57600);
  delay(100);
  Serial.println("Welcome Muhammad Nurul Puji");
  Serial.println("");
  delay(1000);
}

void loop()
{
 

while(Serial.available()) {  //blok untuk menerima perintah serial    
    buff_char = Serial.read();
    buff_string.concat(buff_char);
    delay(1);  //delay ini sangat penting
  } 
 
 
  if(buff_string != ""){
    buff_data_1=(splitValue(buff_string, '+', 0));  //memisahkan string data dengan string separator "+"
    buff_data_2=(splitValue(buff_string, '+', 1));
   
    //char buff[buff_data_1.length()];               //mengubah string ke float
    //buff_data_1.toCharArray(buff,buff_data_1.length()+1);
    //data_1=atof(buff);

    data_1=buff_data_1.toInt();   //cara singkat mengubah string ke number
   
    //buff[buff_data_2.length()];                    //mengubah string ke float
    //buff_data_2.toCharArray(buff,buff_data_2.length()+1);
    //data_2=atof(buff); 

    data_2=buff_data_2.toInt();   //cara singkat mengubah string ke number   
    

    total = data_1 + data_2;
   
    Serial.print("Perintah awal adalah ");
    Serial.print(buff_string);  //bukan println karena perintah dikirim setelah ditekan enter
    Serial.print("Data 1 = ");
    Serial.println(data_1);
    Serial.print("Data 2 = ");
    Serial.println(data_2);
    Serial.print("Total data adalah ");
    Serial.println(total);
    Serial.println("");
   
    buff_string="";
  }
}

//Function untuk memisahkan data dengan separator

String splitValue(String data, char separator, int index){
  int found = 0;
  int strIndex[]={0, -1};
  int maxIndex = data.length()-1;
  for(int i=0; i<=maxIndex && found<=index; i++){
    if(data.charAt(i) == separator || i==maxIndex){
      found++;
      strIndex[0] = strIndex[1]+1;
      strIndex[1] = (i == maxIndex) ? i+1 : i;
    }
  }
  return found>index ? data.substring(strIndex[0], strIndex[1]) : "";
}



Referensi: dari postingan - postingan sebelumnya...........
--
Semoga bermanfaat

Rabu, 17 September 2014

Signal Generator (DDS AD9850) dan Frekuensi Meter dan Kontrol Frekuensi dari Serial Monitor

Ini adalah posting lanjutan dari Signal Signal Generator DDS A9850 dan Frekuensi Meter . Dengan Saya tambahkan bagian untuk dapat merubah frekuensi secara serial melalui serial monitor pada Arduino sehingga frekuensi dapat diatur lebih fleksibel tanpa bolak balik upload program. 

Berikut definisi variable yang perlu ditambahkan pada source code sebelumnya:

float buff_data;
String buff_string = "";
char buff_char;
 

Berikut modifikasi souce code (pengganti) yang berada pada bagian void loop(). Sedangkan yang lain masih tetap sama dengan source code sebelumnya.

void loop()
{
       
        //lcd.clear();
       
        //cek perintah serial
        while(Serial.available()) {
        buff_char = Serial.read();
        buff_string.concat(buff_char);    //menggabungkan variabel buff_char ke variable buff_string
        }
       
        //merubah tipe data string ke float (tipe data float = double)
        char buf[buff_string.length()];
        buff_string.toCharArray(buf,buff_string.length()+1);
        float buff_data=atof(buf);  //buff_data akan nol pada loop berikutnya jika tidak ada perintah

                                    //(karena buff_string dikosongkan "" diakhir loop)
       
        //cek jika ada permintaan perubahan frekuensi 
        if (buff_data>0) sendFrequency(buff_data);
      
        Serial.print(freq_cek);
        Serial.print(" ");
        Serial.println(freq_satuan);
        lcd.setCursor(0,0);   
        lcd.print("Freq DDS AD9850");
        lcd.setCursor(0,1);   
        lcd.print("Freq= ");
        lcd.print(freq_cek);
        lcd.print(" ");
        lcd.print(freq_satuan);
        //delay(500);
       
        buff_string="";
}



Berikut adalah screenshot hasil modifikasi dengan source code di atas:

Contoh Hasil pada Serial Monitor


Beberapa referensi utama:
http://www.instructables.com/id/Arduino-Timer-Interrupts/?ALLSTEPS
http://www.ad7c.com/projects/ad9850-dds-vfo/

http://letsmakerobots.com/content/how-convert-strings-double
http://stackoverflow.com/questions/5697047/convert-serial-read-into-a-useable-string-using-arduino 

Sabtu, 12 April 2014

Pemrograman Keypad 3x4 pada AVR 128 menggunakan Code Vision

Bismillah..
Berawal dari mencoba mempraktekkan teori cara kerja (scan) pembacaan keypad, sehingga Sy bisa share hasilnya disini. :)

Salah satu perangkat yang sering dibutuhkan pada aplikasi mikrokontroler adalah kemampuan berinteraksi dengan pengguna peralatan tersebut. Salah satu cara berinteraksi dengan pengguna adalah dengan menggunakan keypad. Di sini akan kita pelajari tentang pemrograman keypad 3x4 pada mikrokontroler AVR128 dengan menggunakan Code Vision.

Berikut adalah contoh gambar fisik keypad yang sering digunakan:

Keypad tersebut memiliki konfigurasi internal berupa skema berbentuk matrix baris (ROW) dan kolom (COL) sebagai berikut:

Pada mikrokontroler setiap COLOM keypad akan dihubungkan dengan pin "output" mikrokontroler. Sedangkan pada setiap ROW keypad akan dihubungkan dengan pin "input" mikrokontroler.

Salah satu cara untuk membaca data dari matrix keypad adalah dengan teknik scanning, dimana baris atau kolom selalu discan untuk mendeteksi tombol yang ditekan. Caranya yaitu dengan memberikan status ‘0’ (low) pada salah satu pin COL (dan yg lain kondisi HIGH) secara bergantian, lalu pin ROW dideteksi apakah ada salah satunya yang berkondisi ‘0’ (low). Berikut ilustrasi urutan scaning dan pembacaan keypad:
  1. Apabila Kolom 1 diberi logika ‘0’, kolom kedua dan kolom ketiga diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 1, 4, 7, dan *, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
     
  2. Apabila Kolom 2 diberi logika ‘0’, kolom pertama dan kolom ketiga diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 2, 5, 8, dan 0, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
  3. Apabila Kolom 3 diberi logika ‘0’, kolom pertama dan kolom kedua diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 3, 6, 9, dan #, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
Cara ini dilakukan secara terus menerus sehingga setiap kali keypad ditekan maka akan langsung terdeteksi posisi tombol yang ditekan.

Kali ini Sy akan mencontohkan pemrograman keypad dan menampilkannya pada LCD 16x2 sehingga mudah mengecek tombol yang ditekan. LCD Sy hubungkan dengan PORTC sedangkan Keypad Sy hubungkan dengan PORTE, dengan konfigurasi keypad sebagai Berikut

row1 -> PINE.0 
row2 ->PINE.1
row3 ->PINE.2
row4 ->PINE.3
col1 ->PINE.6
col2 ->PINE.5
col3 ->PINE.4

Berikut skema proteusnya

Pada program kali ini Sy membuat procedure bernama keypad(), yang kemudian prosedur keypad() tersebut akan dieksekusi oleh Timer0 secara terus menerus dan akan mengupdate posisi tombol yg ditekan (bila ada). Penggunaan Timer ini cukup penting karena Timer bisa bekerja secara paralel dengan program utama pada mikrokontroler itu sendiri. (Tolong dicross cek apabila salah).

Berikut adalah coding untuk konfigurasinya:

#include <alcd.h>
#include <stdio.h>

unsigned char text[16],nilai_keypad; /*kalo ada yg tdk sesuai pada saat awal sebelum ada tombol yg ditekan maka perlu inisialisasi nilai_keypad=13 (angka diluar range angka yang benar)*/
 
// Port E initialization
// Func7=In Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=0 State5=0 State4=0 State3=P State2=P State1=P State0=P
PORTE=0x0F;
DDRE=0x70;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 10000.000 kHz
// Mode: Normal top=0xFF
// OC0 output: Disconnected
ASSR=0x00;
TCCR0=0x01;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;
 
// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x02;

ETIMSK=0x00;
// Alphanumeric LCD initialization
// Connections are specified in the
// Project|Configure|C Compiler|Libraries|Alphanumeric LCD menu:
// RS - PORTC Bit 0
// RD - PORTC Bit 2
// EN - PORTC Bit 1
// D4 - PORTC Bit 4
// D5 - PORTC Bit 5
// D6 - PORTC Bit 6
// D7 - PORTC Bit 7
// Characters/line: 16
lcd_init(16);

// Global enable interrupts
#asm("sei")
 
Program Procedure keypad()

unsigned char keypad(){
    unsigned char x,i,j;  
    bit y;
    x=0b01000000;
    for (i=0;i<3;i++) {
        PORTE =~((x>>i) & 0x70);
        for (j=0;j<4;j++) {
            y=(PINE >> j) & 0x1;
            if(y==0) return((i+1)+(3*j));  
            //rumus ini untuk menentukan posisi sesuai baris dan kolom
        }
    }
}

Scaning keypad() pada Timer0 supaya dilakukan scan terus menerus

// Timer 0 output compare interrupt service routine
interrupt [TIM0_COMP] void timer0_comp_isr(void)
{
// Place your code here
nilai_keypad=keypad();
}

Program utama sekaligus mengecek apakah benar nilai_keypad selalu discan oleh Timer0

while (1)
    {
        // Place your code here
        lcd_gotoxy(0,0);
        lcd_putsf("* Program Utama ");
        lcd_gotoxy(0,0);
        lcd_putsf("**--Cek--**     ");
        //mengecek apakah nilai_keypad selalu update
        lcd_gotoxy(0,1);
        if(nilai_keypad<10){
            sprintf(text,"%u",nilai_keypad);
            lcd_puts(text);}
        else if(nilai_keypad==10) lcd_putsf("*");
        else if(nilai_keypad==11) lcd_putsf("0");
        else if(nilai_keypad==12) lcd_putsf("#");
      }
 

Alhamdulillah akhirnya berhasil jg menerapkan teori keypad ini.. hehe simple tapi harus teliti memang..

Catatan: Procedure keypad() bisa dieksekusi langsung di program utama tanpa menggunakan Timer. Sy hanya mengetes kinerja Timer saja..

Jumat, 04 April 2014

Pemrograman FPGA pada aplikasi Elevator 5 Lantai (Simulasi TINA)



Share tugas kuliah.. :)


BAGIAN-BAGIAN ELEVATOR

1. Panel Bagian Dalam Elevator
Panel bagian dalam elevator memiliki tombol untuk menuju ke lantai yang akan dituju dan tombol buka pintu untuk menahan pintu tetap terbuka bila diperlukan pada saat elevator dalam keadaan berhenti. Gambar 1. berikut ilustrasi panel bagian dalam elevator:
 

Gambar 1. Ilustrasi Panel Bagian Dalam Elevator Lima Lantai

2. Panel Bagian Luar Elevator pada Setiap Lantai Gedung
Panel bagian luar elevator pada setiap lantai gedung memilik tombol untuk request masuk ke elevator, sehingga penumpang bisa memanggil (request) elevator dan masuk elevator. Ilustrasi panel bagian luar pada setiap lantai dapat dilihat pada Gambar 2. berikut:

Gambar 2. Ilustrasi Panel Bagian Luar Elevator pada Setiap Lantai Gedung

3. Indikator Posisi Elevator
Elevator juga dilengkapi indikator posisi elevator (bisa berupa seven segment atau perangkat display lain), sehingga posisi elevator bisa diketahui ada pada lantai berapa dan apakah sedang naik atau turun. Gambar 3. berikut mengilustrasikan indikator posisi elevator:

 Gambar 3. Ilustrasi Indikator Posisi Elevator

STATE DIAGRAM ELEVATOR (ILUSTRASI)

Pada Gambar 4. berikut mengilustrasikan state diagram cara kerja dari elevator lima lantai. Elevator ini bergerak berdasarkan perintah atau request baik dari dalam elevator maupun dari luar elevator (pada setiap lantai). Kemudian elevator akan membandingkan posisi elevator (saat ini) dengan lantai yang akan dituju sesuai request, sehingga elevator akan bisa menentukan arah geraknya (naik atau turun).

Gambar 4. Ilustrasi State Diagram Elevator Lima Lantai

DESIGN TINA

Berikut adalah penerapan design pada simulator TINA:

Gambar 6. Simulasi Design Elevator Menggunakan Software TINA

VIDEO SIMULASI
 

SOURCE CODE

Source code dicompile dengan program Quartus. Berikut source code VHDL dari state diagram elevator lima lantai:
 
--Bismillah
--Coba Elevator
--Originally Designed by: Muhammad Nurul Puji (muhammadpuji.its@gmail.com)
--Student of University of Indonesia (UI)
library ieee;
use ieee.std_logic_1164.all;

entity cobaelevator is
port (clk : in std_logic;        --untuk maintenance (tombol stop)
        manual_bukapintu : in std_logic;        --dari dalam (atau luar (diseri dgn luar atau diseri dengan sensor)) elevator (hanya pada saat berhenti)
        in1, in2, in3, in4, in5 : in std_logic;        --dari dalam elevator (untuk tujuan mau kelantai berapa?)
       
        in1naik, in2naik, in3naik, in4naik, in5naik : in std_logic;      --dari masing-masing lantai (diluar elevator)
        in1turun, in2turun, in3turun, in4turun, in5turun : in std_logic;        --dari masing-masing lantai (diluar elevator)
       
        a1, a2, a3, a4, a5, a6, a7: out std_logic;            --untuk menunjukkan posisi elevator melalui seven segmen
        motornaik, motorturun, tutuppintu: out std_logic;        --untuk mekanik motor dan pintu
        bukapintu: out std_logic);                            --harusnya pake buffer tapi di Tina tdk bisa (jadi untuk simulasi tetap pake out). Buffer digunakan sbg buffer supaya bisa di read and write (untuk cek apa masih terbuka)
end cobaelevator;

architecture behavior of cobaelevator is
    constant timetutuppintu: integer := 3;            --untuk tutup pintu otomatis
    constant timepintuselesaimenutup: integer :=2;    --waktu pintu untuk selesai menutup
    constant time_nx_state: integer := 4;            --waktu yg dibutuhkan untuk naik satu lantai
   
    signal permintaan : std_logic_vector (0 to 4) :="00000";
    signal arahelevator : integer range 0 to 2 :=0;
    signal signalmotornaik : std_logic :='0';
    signal signalmotorturun : std_logic :='0';
    signal signalnaikturunpenumpang : std_logic:='0';
    signal signalstatus : std_logic:='1';
   
    type status is (lantai1, lantai2, lantai3, lantai4, lantai5);        --penentuan signal dari masing-masing posisi lantai
    signal pr_state, nx_state: status;
   
begin
   
    utama: process (clk, manual_bukapintu, in1, in2, in3, in4, in5, in1naik, in2naik, in3naik, in4naik, in5naik, in1turun, in2turun, in3turun, in4turun, in5turun)
        variable digit1 : std_logic_vector (6 downto 0);                ----------untuk Seven Segment------
        variable count: integer range 0 to (time_nx_state + timetutuppintu + timepintuselesaimenutup);
        variable bufferbukapintu: std_logic;        --harusnya menggunakan buffer untuk bukapintu, tapi di Tina tdk bisa. Jadi menggunakan variable ini
       
        ------------Variable ini untuk Arah Elevator---------------------
        variable posisi : integer range 0 to 4;
        variable tempnaik, tempturun : integer range -4 to 4 :=0;        --karena ada kemungkinan bernilai negatif (tetapi yg dipake cuma positif)
        variable temp : integer range 1 to 2 :=1;
        ------------End Variable Arah Elevator---------------------------   

    begin
        if (clk'event and clk='1') then    
            ------------------Cek Permintaan----------------
            permintaan(0)<= permintaan(0) or in1 or in1naik or in1turun;
            permintaan(1)<= permintaan(1) or in2 or in2naik or in2turun;
            permintaan(2)<= permintaan(2) or in3 or in3naik or in3turun;
            permintaan(3)<= permintaan(3) or in4 or in4naik or in4turun;
            permintaan(4)<= permintaan(4) or in5 or in5naik or in5turun;
                   
            ------------Begin Arah Elevator-----------------------
            case pr_state is
                when lantai1 => posisi :=0;
                when lantai2 => posisi :=1;
                when lantai3 => posisi :=2;
                when lantai4 => posisi :=3;
                when lantai5 => posisi :=4;
            end case;
           
            for i in 1 to 4 loop                        -- i harus dalam range konstanta
                if permintaan(i)= '1' then
                    tempnaik:=i-posisi;
                else null;
                end if;
            end loop;       
            for i in 3 downto 0 loop                -- i harus dalam range konstanta
                if permintaan(i)= '1' then
                    tempturun:=posisi-i;
                else null;
                end if;
            end loop;
                   
            if tempnaik=0 and tempturun=0 then        --saat posisi lantai sama dengan permintaan
                arahelevator<=0;
            elsif temp=1 then
                arahelevator <= 1;        --naik
                if tempnaik < 1 then
                    temp :=2 ;
                else null;
                end if;
            elsif temp= 2 then            --turun
                arahelevator <= 2;
                if tempturun <1 then
                    temp:=1;
                else null;
                end if;
            else null;
            end if;
            --------------End Arah Elevator------------------------------
               
            -----------------Bagian Utama------------------------------
            count:=count + 1;           
            if (manual_bukapintu='1' and signalmotornaik = '0' and signalmotorturun = '0') then        --untuk menahan pintu tetap terbuka saat elevator berhenti
                bukapintu<='1';
                bufferbukapintu:='1';
                tutuppintu <= '0';
                count:=0;
            elsif (signalnaikturunpenumpang='1') then
                if (count < timetutuppintu) then
                    motornaik<=signalmotornaik;
                    motorturun<=signalmotorturun;
                    bukapintu <= '1';
                    bufferbukapintu:='1';
                    tutuppintu <= '0';
                elsif (count < (timetutuppintu + timepintuselesaimenutup) ) then
                    bukapintu<='0';
                    bufferbukapintu:='0';
                    tutuppintu<='1';
                else
                    tutuppintu <='0';
                    pr_state<=nx_state;
                    if signalstatus='1' then
                        signalstatus<='0';
                    else
                        signalstatus<='1';
                    end if;
                    count:=0;
                end if;
            else                        --jika tidak ada naik turun penumpang maka lift tdk berhenti
                if (count < timepintuselesaimenutup) then        --untuk mengatasi kondisi setelah manual_bukapintu. karena akan lari ke sini, sehingga harus ditutup pintunya
                    if (bufferbukapintu = '1') then
                        bukapintu <= '0';
                        bufferbukapintu:='0';
                        tutuppintu <= '1';
                    else
                        count:=timepintuselesaimenutup;
                    end if;
                elsif (count < timepintuselesaimenutup + time_nx_state) then
                    tutuppintu <= '0';
                    motornaik<=signalmotornaik;
                    motorturun<=signalmotorturun;
                else
                    pr_state<=nx_state;
                    if signalstatus='1' then
                        signalstatus<='0';
                    else
                        signalstatus<='1';
                    end if;
                    count:=0;
                end if;               
            end if;   

            -------------Begin Display Seven Segment--------------
            case pr_state is
                when lantai1 =>
                    digit1 := "1111001";   
                    if permintaan(0)='1' then                ----------bila lantai sdh sama dengan yang diminta maka permintaan pada lantai tsb di nol kan
                        permintaan(0)<='0';
                    else null;
                    end if;
                when lantai2 =>
                    digit1 := "0100100";    
                    if permintaan(1)='1' then
                        permintaan(1)<='0';
                    else null;
                    end if;
                when lantai3 =>
                    digit1 := "0110000";       
                    if permintaan(2)='1' then
                        permintaan(2)<='0';
                    else null;
                    end if;
                when lantai4 =>
                    digit1 := "0011001";       
                    if permintaan(3)='1' then
                        permintaan(3)<='0';
                    else null;
                    end if;
                when lantai5 =>
                    digit1 := "0010010";        
                    if permintaan(4)='1' then
                        permintaan(4)<='0';
                    else null;
                    end if;
                when others => null;
            end case;
            a1<=digit1(0);
            a2<=digit1(1);
            a3<=digit1(2);
            a4<=digit1(3);
            a5<=digit1(4);
            a6<=digit1(5);
            a7<=digit1(6);
            -------------------End Display Seven Segment------------------       
        end if;
    end process utama;

    step: process (pr_state, signalstatus)
    begin
            --------------Begin Penentuan Perubahan State----------------
            case pr_state is
                when lantai1 =>               
                    if (permintaan(0)='1') then     --berhenti dan buka pintu hanya apabila ada permintaan pada lantai tsb
                        nx_state <= pr_state;
                        signalmotornaik <= '0';
                        signalmotorturun <= '0';
                        signalnaikturunpenumpang<='1';
                    else
                        signalnaikturunpenumpang<='0';
                        if arahelevator=1 then            --1 berarti naik
                            nx_state<=lantai2;
                            signalmotornaik <= '1';
                            signalmotorturun <= '0';
                        else
                            nx_state<=pr_state;            --lantai 1 hanya bisa naik atau diam
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '0';
                        end if;
                    end if;
                when lantai2 =>               
                    if (permintaan(1)='1') then
                        nx_state <= pr_state;
                        signalmotornaik <= '0';
                        signalmotorturun <= '0';
                        signalnaikturunpenumpang<='1';
                    else
                        signalnaikturunpenumpang<='0';
                        if arahelevator=1 then            --1 berarti naik
                            nx_state<=lantai3;
                            signalmotornaik <= '1';
                            signalmotorturun <= '0';
                        elsif arahelevator=2 then        --2 berarti turun
                            nx_state<=lantai1;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '1';
                        else
                            nx_state<=pr_state;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '0';
                        end if;
                    end if;
                when lantai3 =>               
                    if (permintaan(2)='1') then     --berhenti dan buka pintu hanya apabila ada permintaan pada lantai tsb
                        nx_state <= pr_state;
                        signalmotornaik <= '0';
                        signalmotorturun <= '0';
                        signalnaikturunpenumpang<='1';
                    else
                        signalnaikturunpenumpang<='0';
                        if arahelevator=1 then            --1 berarti naik
                            nx_state<=lantai4;
                            signalmotornaik <= '1';
                            signalmotorturun <= '0';
                        elsif arahelevator=2 then        --2 berarti turun
                            nx_state<=lantai2;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '1';
                        else
                            nx_state<=pr_state;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '0';
                        end if;
                    end if;
                when lantai4 =>               
                    if (permintaan(3)='1') then     --berhenti dan buka pintu hanya apabila ada permintaan pada lantai tsb
                        nx_state <= pr_state;
                        signalmotornaik <= '0';
                        signalmotorturun <= '0';
                        signalnaikturunpenumpang<='1';
                    else
                        signalnaikturunpenumpang<='0';
                        if arahelevator=1 then            --1 berarti naik
                            nx_state<=lantai5;
                            signalmotornaik <= '1';
                            signalmotorturun <= '0';
                        elsif arahelevator=2 then        --2 berarti turun
                            nx_state<=lantai3;                       
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '1';
                        else
                            nx_state<=pr_state;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '0';
                        end if;
                    end if;
                when lantai5 =>               
                    if (permintaan(4)='1') then     --berhenti dan buka pintu hanya apabila ada permintaan pada lantai tsb
                        nx_state <= pr_state;
                        signalmotornaik <= '0';
                        signalmotorturun <= '0';
                        signalnaikturunpenumpang<='1';
                    else
                        signalnaikturunpenumpang<='0';
                        if arahelevator=2 then        --2 berarti turun
                            nx_state<=lantai4;                       
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '1';
                        else
                            nx_state<=pr_state;
                            signalmotornaik <= '0';
                            signalmotorturun <= '0';
                        end if;
                    end if;
            end case;
            --------------------------End Penentuan Perubahan State-----------------------
    end process step;
           
end behavior;

--Alhamdulillah :)

Cara mengetahui ip address raspberry atau perangkat lain yg terhubung pada wifi yg sama

1. Install nmap [jika belum ada]: sudo apt install nmap 2. Cek ip address komputer (yg akses ke wifi yang sama): ip addr misal hasilnya 192....